Maaf, tapi hari ini ivan libur duluuuuw. Banyak PR yang mesti dikerjain, huehehe.
Peace!
Showing posts with label weekend. Show all posts
Showing posts with label weekend. Show all posts
Monday, February 8, 2010
TENNIS : Weekend Session - 2010.02.06
Hurray, akhirnya setelah senar raket Wilson N6.2 berhasil diakhiri masa baktinya oleh Pak Moses, Jumat sore pulang dari kantor langsung masang senar Toalson Spin dengan tarikan 56. Benar2 tertarik sama hasilnya dan apa yang gue bisa dapatkan.
Match Ivan/Pak Djufri vs Rio/Edson
Masih gugup euy. Kok gue dipasangin apa Pak Djufri. Kan kasian kalo guenya lagi error kaya orang bego aja malah nyusahin orang tua, huakakak. Kayanya disini aku terlalu mencoba meng-kontrol pukulan dan hasilnya kurang lemas otot2 dan pukulan jadi tidak konsisten. Gak terlalu peduli ama permainan lawan sih, berhubung aku dan pedang... mmm... raket masih belum melakukan sinkronisasi 100% (teringat nonton Evangelion dimana pilot dan robot harus melakukan sinkronisasi setinggi mungkin untuk bisa lebih kuat). Untungnya... untungnya nih... Pak Djufri emang mantap. Tua2 tapi malah lebih bisa diandalkan pukulannya daripada yang lebih muda. Kayanya hasil kita juga terpengaruh oleh belum maksimalnya sinkronisasi robot musuh... eh.. maksudnya pasangan Pak Edson dan Rio. Huehe...
Racket : Wilson N 6.2
Result : WON, 6-4 (atau 7-5? lupa!)
Match Ivan/Pak Hafiz vs Pak Yusman/Edson
Aku lupa yah, sebenernya yang aku lawan itu pasangan Pak Yusman ama Pak Edson atau Don Federer yah? Pertandingan berlangsung lumayan alot dan bagus untuk mencoba pukulan yang lebih relax tanpa terlalu memikirkan swing. Gak terlalu inget banyak berhubung nulisnya dah H+2 tapi yang pasti, Pak Hafiz tidak ragu untuk selalu di depan dan menjadi tembok raksasa yang selalu mantulin bola musuh balik ke lapangan mereka, huehehe. Aku tuh lupanya juga gara2 dehidrasi kali yah, panas bgt sih minta ampun. Aku juga ingetnya waktu itu sering bgt ke samping lapangan yang ada bayangannya. Oooooh...! Gara2 itu jadi inget kalo musuhnya Pak Edson, berhubung disamping deket bayangan pohon itu ada Don Federer yang lagi ngerumpi ama promotor Head Tennis kita, Imam.
Racket : Wilson N 6.2
Result : WON, 6-4
Match Ivan/Don Federer vs Agung/Edson
Pertandingan ini... ini nih... sebenernya pertandingan yang bagus, tapi hasilnya bener2 tidak mencerminkan pelajaran apa yang aku dapatkan. Di awal pertandingan aku dapet banget servis yang aku mau meskipun pada akhirnya lupa lagi karena dapet bgt kompromi antara keras/cepat dan topspin bola tanpa bikin cape pergelangan maupun bahu. Disini juga sempet dapet kepercayaan untuk melakukan groundstroke yang konsisten. Pasangan gue juga Mr.Don Federer di awal pertandingan aku kagumi sekali forehandnya. Sangat keras dan penuh topspin membuat musuh terkaget2 dengan pukulan baliknya. Tapi apa boleh dikata, yang menjadi masalah utama saya (dan mungkin juga teman2 yang lain) adalah konsistensi untuk melakukan itu semua. Tapi dengan semua ini, aku berhasil tahu kalau servis yang aku mau, ada disini, tinggal mencari di database dan mengingat cara memanggilnya kembali (kaya summoning gitu... tapi bukan semacam manggil jin lho ya). Salut pada musuh yang berhasil melakukan semua dengan konsistensi yang tinggi. Tapi kami akan selalu ada, dan kami akan memukul bola itu lebih keras dan lebih sering (lebih sering mukulnya bagus dan lebih sering masuk bolanya ke lapangan, huehe).
Racket : Wilson N 6.2
Result : LOST, 1-6 (Waks!)
Kesimpulan
Pukulan keras sudah mampu. Pukulan dengan topspin yang bagus sudah mampu.
Konsistensi. Konsistensi. Dan lebih konsisten!
Match Ivan/Pak Djufri vs Rio/Edson
Masih gugup euy. Kok gue dipasangin apa Pak Djufri. Kan kasian kalo guenya lagi error kaya orang bego aja malah nyusahin orang tua, huakakak. Kayanya disini aku terlalu mencoba meng-kontrol pukulan dan hasilnya kurang lemas otot2 dan pukulan jadi tidak konsisten. Gak terlalu peduli ama permainan lawan sih, berhubung aku dan pedang... mmm... raket masih belum melakukan sinkronisasi 100% (teringat nonton Evangelion dimana pilot dan robot harus melakukan sinkronisasi setinggi mungkin untuk bisa lebih kuat). Untungnya... untungnya nih... Pak Djufri emang mantap. Tua2 tapi malah lebih bisa diandalkan pukulannya daripada yang lebih muda. Kayanya hasil kita juga terpengaruh oleh belum maksimalnya sinkronisasi robot musuh... eh.. maksudnya pasangan Pak Edson dan Rio. Huehe...
Racket : Wilson N 6.2
Result : WON, 6-4 (atau 7-5? lupa!)
Match Ivan/Pak Hafiz vs Pak Yusman/Edson
Aku lupa yah, sebenernya yang aku lawan itu pasangan Pak Yusman ama Pak Edson atau Don Federer yah? Pertandingan berlangsung lumayan alot dan bagus untuk mencoba pukulan yang lebih relax tanpa terlalu memikirkan swing. Gak terlalu inget banyak berhubung nulisnya dah H+2 tapi yang pasti, Pak Hafiz tidak ragu untuk selalu di depan dan menjadi tembok raksasa yang selalu mantulin bola musuh balik ke lapangan mereka, huehehe. Aku tuh lupanya juga gara2 dehidrasi kali yah, panas bgt sih minta ampun. Aku juga ingetnya waktu itu sering bgt ke samping lapangan yang ada bayangannya. Oooooh...! Gara2 itu jadi inget kalo musuhnya Pak Edson, berhubung disamping deket bayangan pohon itu ada Don Federer yang lagi ngerumpi ama promotor Head Tennis kita, Imam.
Racket : Wilson N 6.2
Result : WON, 6-4
Match Ivan/Don Federer vs Agung/Edson
Pertandingan ini... ini nih... sebenernya pertandingan yang bagus, tapi hasilnya bener2 tidak mencerminkan pelajaran apa yang aku dapatkan. Di awal pertandingan aku dapet banget servis yang aku mau meskipun pada akhirnya lupa lagi karena dapet bgt kompromi antara keras/cepat dan topspin bola tanpa bikin cape pergelangan maupun bahu. Disini juga sempet dapet kepercayaan untuk melakukan groundstroke yang konsisten. Pasangan gue juga Mr.Don Federer di awal pertandingan aku kagumi sekali forehandnya. Sangat keras dan penuh topspin membuat musuh terkaget2 dengan pukulan baliknya. Tapi apa boleh dikata, yang menjadi masalah utama saya (dan mungkin juga teman2 yang lain) adalah konsistensi untuk melakukan itu semua. Tapi dengan semua ini, aku berhasil tahu kalau servis yang aku mau, ada disini, tinggal mencari di database dan mengingat cara memanggilnya kembali (kaya summoning gitu... tapi bukan semacam manggil jin lho ya). Salut pada musuh yang berhasil melakukan semua dengan konsistensi yang tinggi. Tapi kami akan selalu ada, dan kami akan memukul bola itu lebih keras dan lebih sering (lebih sering mukulnya bagus dan lebih sering masuk bolanya ke lapangan, huehe).
Racket : Wilson N 6.2
Result : LOST, 1-6 (Waks!)
Kesimpulan
Pukulan keras sudah mampu. Pukulan dengan topspin yang bagus sudah mampu.
Konsistensi. Konsistensi. Dan lebih konsisten!
Monday, February 1, 2010
TENNIS : Weekend Session - 2010.01.30/31
Hari sabtu bermodalkan raket wilson n6.2 yang baru disenar mencoba berbagai cara untuk adaptasi (lihat review raket yang baru disenar di posting REVIEW terbaru). Pertama make, kaya orang bego banget. Masa volley doang bola gak mau mantul2. Serasa pake papan, emang terlalu tinggi tarikannya (58). Setelah dikendor2in (cara: ngedorong2 senar pake tangan atau diinjek2 dikit) rasanya lebih enak dikit. Jadi status bego banget diperbaiki jadi bego saja. Justru pas latihan2 ama imam (ngedrill) baru nemu cara mukul yang enak. Rumusnya : just relax your arm, get the right timing (by relaxing), and hit the ball. Saat bola contact dengan racket face, otomatis lengan dan tangan akan menegang. Yang harus aku ingat, hit the ball from low to high… not high to low (kecuali mau mukul lantai).
All-in-all, I only played 3x mostly beaten, and really not satisfied. Tapi drill ama Imam pas sebelum bubar, itu baru enak. Akhirnya nemuin cara untuk mukul bola pake tuh raket, dan ternyata simple banget
Hari minggu bermodalkan raket wilson ceramics 110 yang juga baru disenar. Dari sejak awal, pukulan average yang berarti I’m satisfied. Yang mengagetkan adalah betapa kencangnya servis pertama. Kombinasi Toalson Spin dengan tarikan 56 sepertinya adalah kombinasi paling tepat. Tapi meskipun dengan kondisi average, masih kalah jauh kalau dilawan pasangan Agung/Ario. I just don’t have my offensive slice to counter their massive topspin.
Pak Edson, maaf kalau merasa kalau kita pasangan aku gak ngeluarin tenaga. Emang lagi koit mulu sih bahu kalo kita pasangan. Waktu aku pasangan ama Imam emang bahunya lagi enakan (kan ada rehat dulu). Apes emang kalo ama aku pas match pertama, masih dingin/kaku bgt bahu ama elbow kanan. Lagian waktu itu emang baru ngetes raket wilson n6.2 dengan senar baru, jadi baru perkenalan.
Kayanya kita harus belajar bagaimana untuk meratakan/mempertahankan supaya semangat dan intensitas permainan supaya bisa bagus terus. Kalau aku sih semangat terus, cuman yang pengaruh besar itu di rasa sakit bekas cedera elbow dan bahu kanan. Jadi agak penasaran kenapa pemain seperti Imam dan Agung mengendorkan kekuatan. Toh kalau kita pertahankan, lama2 stamina akan lebih baik?
Apa benar ada schedule sparing dengan Club Tenis Taman Jajan? Wah, sejujurnya ini agak mengerikan karena mereka orientasinya serius (result oriented alias yang penting menang nang nang!). Kalo tadinya judul sparingnya just for fun n friendship lebih enak kali yah? I hope I can make it. Rencananya Senin-Rabu ada di Jakarta (gak nginep di BSD) sedangkan jadwalnya di Selasa. Untung bawa mobil, jadi bisa lebih fleksibel.
GO ATC!
All-in-all, I only played 3x mostly beaten, and really not satisfied. Tapi drill ama Imam pas sebelum bubar, itu baru enak. Akhirnya nemuin cara untuk mukul bola pake tuh raket, dan ternyata simple banget
Hari minggu bermodalkan raket wilson ceramics 110 yang juga baru disenar. Dari sejak awal, pukulan average yang berarti I’m satisfied. Yang mengagetkan adalah betapa kencangnya servis pertama. Kombinasi Toalson Spin dengan tarikan 56 sepertinya adalah kombinasi paling tepat. Tapi meskipun dengan kondisi average, masih kalah jauh kalau dilawan pasangan Agung/Ario. I just don’t have my offensive slice to counter their massive topspin.
Pak Edson, maaf kalau merasa kalau kita pasangan aku gak ngeluarin tenaga. Emang lagi koit mulu sih bahu kalo kita pasangan. Waktu aku pasangan ama Imam emang bahunya lagi enakan (kan ada rehat dulu). Apes emang kalo ama aku pas match pertama, masih dingin/kaku bgt bahu ama elbow kanan. Lagian waktu itu emang baru ngetes raket wilson n6.2 dengan senar baru, jadi baru perkenalan.
Kayanya kita harus belajar bagaimana untuk meratakan/mempertahankan supaya semangat dan intensitas permainan supaya bisa bagus terus. Kalau aku sih semangat terus, cuman yang pengaruh besar itu di rasa sakit bekas cedera elbow dan bahu kanan. Jadi agak penasaran kenapa pemain seperti Imam dan Agung mengendorkan kekuatan. Toh kalau kita pertahankan, lama2 stamina akan lebih baik?
Apa benar ada schedule sparing dengan Club Tenis Taman Jajan? Wah, sejujurnya ini agak mengerikan karena mereka orientasinya serius (result oriented alias yang penting menang nang nang!). Kalo tadinya judul sparingnya just for fun n friendship lebih enak kali yah? I hope I can make it. Rencananya Senin-Rabu ada di Jakarta (gak nginep di BSD) sedangkan jadwalnya di Selasa. Untung bawa mobil, jadi bisa lebih fleksibel.
GO ATC!
Subscribe to:
Posts (Atom)